BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Sebagaimana kita tahu bahwa ilmu manajemen
telah berkembang sangat pesat sampai saat ini. Ilmu inipun telah memberikan
pemahaman terhadap kita tentang pendekatan ataupun tata cara penting dalam
meneliti, menganalisis dan memecahkan masalah-masalah yang berkaitan dengan
pengaturan atau manajemen. Oleh karena itu tulisan ini berisi uraian tentang
pengertian manajemen itu sendiri, dan perkembangannya sampai saat ini.
Pekembangan yang dimaksud di dalam tulisan ini dikemukakan dalam aliran
hubungan manusiawi. Pemikiran dalam aliran inilah yang akan menjadi cikal bakal
bagi perkembangan manajemen saat ini. Adapun aliran hubungan manusiawi lebih
melihat dari sisi bagaimana sumber daya manusia yang berada dalam organisasi. Menjadi
seorang manajer hendaknya mempelajari dan memahami tentang teori aliran tersebut
yang menjadi dasar dari teori aliran manajemen yang telah berkembang. Hal ini bertujuan
agar manajer dapat Dengan demikian bila seorang manajer menghadapi situasi bagaimanapun
kompleksnya akan dapat mencari solusi atau membuat keputusan yang baik.
B. Rumusan Masalah
1. Bagaimana perkembangan teori manajement berdasarkan aliran hubungan
manusiawi?
2. Bagaiman kualitas teori manajemen berdasakan aliran hubungan manusia?
3. Apa saja yang menjadi kelemahan teori manajemen berdasarkan hubungan
manusiawi?
4. Bagaimana solusi yang dapat diberikan untuk mengatasi teori manajemen
berdasarkan hubungan manusiawi?
C. Tujuan Penulisan
1. Mendeskripsikan perkembangan teori manajement berdasarkan aliran
hubungan manusiawi.
2. Mendeskripsikan kualitas teori manajemen berdasakan aliran hubungan
manusia
3. Mendeskripsikan hal-hal yang menjadi lemahnya teori manajemen
berdasarkan hubungan manusiawi.
4. Mendeskripsikan solusi yang dapat diberikan dari manajemen berdasarkan
hubungan manusiawi.
BAB II
PEMBAHASAN
1.
PENGERTIAN MANAJEMEN
Dalam sub bab ini akan dibahas tentang pengertian dari manajemen
itu sendiri. Kata Manajemen berasal dari bahasa Perancis kuno ménagement, yang
memiliki arti seni melaksanakan dan mengatur. Manajemen belum memiliki definisi
yang mapan dan diterima secara universal.
Mary Parker Follet,
misalnya, mendefinisikan manajemen sebagai seni menyelesaikan pekerjaan melalui
orang lain. Definisi ini berarti bahwa seorang manajer bertugas mengatur dan
mengarahkan orang lain untuk mencapai tujuan organisasi.
Ricky W. Griffin
mendefinisikan manajemen sebagai sebuah proses perencanaan, pengorganisasian,
pengkoordinasian, dan pengontrolan sumber daya untuk mencapai sasaran (goals)
secara efektif dan efesien. Efektif berarti bahwa tujuan dapat dicapai sesuai
dengan perencanaan, sementara efisien berarti bahwa tugas yang ada dilaksanakan
secara benar, terorganisir, dan sesuai dengan jadwal.
Stoner mengemukakan
suatu defenisi yang lebih kompleks yaitu sebagai berikut “Manajemen adalah
suatu proses perencanaan, pengorganisasian, pengarahan dan pengawasan,
usaha-usaha para anggota organisasi dan penggunaan sumber daya sumber daya
organisasi lainnya agar mencapai tujuan organisasi yang telah ditetapkan.”
2. TEORI
DAN ALIRAN MANAJEMEN
Mempelajari teori manajemen membatu kita menjadi seorang manajer
yang efektif dalam mengelola organisasi yang semakin kompleks dewasa ini.
Manajemen merupakan disiplin ilmu yang berfokus pada hasil yang mudah
dilaksanakan. Teori adalah kumpulan prinsip yang disusun secara sistematis.
Sedangkan konsep adalah simbol yang dipakai untuk menjelaskan pengertian
tertentu dalam teori
Paling tidak ada 4
(empat) alasan mempelajari teori manajemen antara lain :
1) Teori mengarahkan
keputusan Manajemen. Mempelajari teori membantu mamahami prosesyang pokok dan
dapat memilih suatu tindakan yang efektif. Pada hakikatnya suatu teori
merupakan kelompok asumsi-asumsi yang koheren/ logis, yang menjelaskan antara
dua atau lebih fakta yang dapat di observasi. Teori yang absah, dapat
memprediksi apa yang akan terjadi pada situasi tertentu. Dengan pengetahuan
ini, dapat menerapkan teori manajemen yang berbeda terhadap situasi yang
berbeda.
2) Teori membentuk
pandangan kita mengenai organisasi.
Mempelajari teori
manajemen juga memberi petunjuk kepada kita dimana kita mendapatkanbeberapa ide
mengenai organisasi dan manusia didalamnya.
3) Teori membuat kita
sadar mengenai lingkungan usaha.
Dengan mempelajari
teori, kita dapat melihat bahwa setiap teori adalah hasil dari lingkungannya –
social, ekonomi, politik dan kekuatan teknologi yang ada pada waktu dan tempat
terjadinya peristiwa tertentu. Pengetahuan ini akan membantu kita memehami apa
sebabnya teori tertentu cocok terhadap keadaan yang berbeda.
4) Teori merupakan suatu
sumber ide baru
Teori memungkinkan
kita pada suatu kesempatan mengambil pandangan yang berbeda dari situasi
sehari-hari. Pendekatan “electic”, yaitu praktek meminjam prinsip-prinsip dari
teori yangberbeda, seperti yang diperlukan oleh keadaan “State of the Art”
dalam teori dan praktek manajemen.
3. ALIRAN
HUBUNGAN MANUSIAWI (HUMAN BEHAVIOR)
Pada tahap aliran perilaku atau hubungan manusiawi organisasi
melihat pada hakikatnya adalah sumber daya manusia. Aliran ini mernandang aliran
klasik kurang lengkap karena terlihat kurang mampu rnewujudkan efisiensi
produksi yang sempurna dengan keharmonisan di tempat kerja. Manusia dalam sebuah
organisasi tidak selalu dapat dengan mudah diramalkan prilakunya karena sering
juga tidak rasional. Oleh sebab itu para manajer perlu dibantu dalam menghadapi
rnanusia, melalui antar lain ilmu sosiologi dan psikologi. Ada tiga
orang pelopor aliran
perilaku yaitu :
1. Hugo
Munsterberg (1863 -1916)
Yaitu Bapak Psikologi Industri.Sumbangannya yang terpenting
adalah berupa
pernanfaatan
psikologi dalam mewujudkan tujuan-tujuan produktivitas sarna seperti dengan
teori-teori manajemen
lainnya. Bukunya "Psychology and Indutrial Efficiency", ia memberikan
3 cara untuk peningkatkan produktivitas:
a. Menempatkan
seorang pekerja terbaik yang paling sesuai denganbidang pekerjaan ya ngakan
dikerjakannya.
b. Menciptakan tata
kerja yang terbaik yang memenuhi syarat-syarat psikologis untuk memaksimalkan
produktivitas.
c. Menggunakan
pengaruh psikologis agar memperoleh dampak yang paling tepat dalammend orong
karyawan.
2. Elton Mayo
(1880 -1949)
Gerakan memperkenalkan hubungannya yang diartikan sebagai satu
gerakan yang memiliki hubungan timbal batik manajer dan bawahan sehingga mereka
secara serasi mewujudkan kerjasama yang memuaskan, dan tercipta semangat dan
efisiensi kerja yang memuaskan. Disini terlihat adanya peran faktor-faktor
sosial dan psikologis dalam member dorongan kerja kepada karyawan. Satu hal
yang menarik dari hasil percobaan Mayo dengankawan-kawan adalah rangsangan uang
tidak menyebabkan membaiknya produktivitas. Mereka menyatakan dalam
meningkatkan produktivitas adalah satu karena sikap yang dimiliki karyawan yang
merasa rnanajer ataupun atasannya memberikan perhatian yang cukup terhadap
kesejahteraan mereka yang dikenal dengan sebutan "Hawthorne effect",
Selain itu, juga ditemukan pengaruh kehidupan lingkungan sosial dalam kelompok
yang lebih informal lebih besar
pengaruhnya terhadap produktivitas. Mayo beryakinan terhadap
konsepsnya yang terkenal dengan "Social man” yaitu seharusnyalah
dimotivasi oleh kebutuhan- kebutuhan sosial dalam hubungan yang lebih efektif
daripada pengawasan ataupun pengendalian manajemen. Konsep
"socialmanl”dapat menggantikan konsep "rational man” yaitu seseorang
bekerja didorong semata-mata oleh kebutuhan ekonomis pribadi yang terkenal
dengan julukan "rational economic man” yang oleh Robert Owen diperkenalkan
dengan istilah "vital machine”.
Dalam pendidikan dan pelatihan bagi para manajer dirasa semakin
pentingnya "people
management skillsl”
daripada "engineering atau technicall skills”, Sehingga konsep dinamika
kelompok dalam praktek manajemen lebih penting daripada manajemen atas dasar
kemampuan perseorangan (individu),Walaupun demikian ada beberapa kelemahan
temuan Mayo yang dinyatakan oleh orang-orang yang beranggapan kepuasan karyawan
bersifat kompleks, karena selain ditentukan oleh lingkungan sosial, juga oleh
faktor-faktor lainnya yaitu tingkat gaji, jenis pekerjaan, struktur dan kultur
organisasi, hubungan karyawan manajemen dan lain-lain. Gerakan hubungan manusia
terus berkembang dengan munculnya pemikiranpemikiran lain yang juga tergolong
dalam aliran perilaku yang labih maju. Penggunaan ilmu-ilmu sosial seperti
Sosiologi, Psikologi, dan Antropologi terus dipergunakan dengan penelitian yang
lebih sempurna, dan parapenelitinya lebih dikenal dengan sebutan
"behavioral scientists" dari pada “human relations theorists".
Di antara mereka yang terkenal adalah Argyris, Maslow and Mc Gregor yang lebih
mengutamakan konsep "selfactualizing man" daripada hanya sekedar
"social man" dalam member dorongan kepada karyawan. Teori Mayo ini
pun kemudian lebih ditingkatkan dengan pendapat bahwa rnanusia tidak hanya
didorong oleh berbagai kebutuhan yang dikenal dengan konsep
"complex-man".Karena tidak ada dua orang yang persis sarna, oleh
sebab itu seorang manajer yang efektif akan berusaha mempelajari
kebutuhan-kebutuhan setiap individu yangterkait dalam organisasinya agar dapat
mempengaruhi individu tersebut.
3. William Ouchi
(1981)
William Ouchi, dalam bukunya "theory Z -How America
Business Can Meet The Japanese Challen ge (1981)", memperkenalkan teori Z
pada tahun 1981 untuk menggambarkan adaptasi Amerikaatas perilaku Organisasi
Jepang.Teori beliau didasarkan pada perbandingan manajemen dalam organisasi.
Jepang disebut tipe perusahaan Jepang dengan manajemen dalam perusahaan Amerika
-disebut perusahaan tipe Amerika. Berikut adalah perbedaan organisasi tipe
Amerika dan tipe Jepang. Sumbangan para ilmuan yang beraliran hubungan
manusiawi ini terlihat dalam peningkatan pemahaman terhadap motivasi
perseorangan, perlaku kelompok,
Ataupun hubungan antara pribadi dalam kerja dan pentingnya kerja
bagi manusia. Para manajer diharapkan semakin peka dan terampil dalam menangani
dan berhubungan dengan bawahannya. Bahkan muncul berbagai jenis konsep yang lebih mengaji pada masalah-masalah
kepemimpinan, penyelesaian perselisihan, memperoleh dan memanfaatkan kekuasaan,
perubahan organisasi dan konsep komunikasi. Walaupun demikian aliran ini tidak
bebas dari kritikan, karena di samping terlalu umum, abstrak dan kompleks,
sukar sekali bagi manajer untuk menerangkan tentang perilaku manusia yang
begitu kompleks dan sukar memilih nasehat ilmuwan yang mana yang sebaiknya
harus dituruti dalam mencapai solusi di dalam perusahaan.
4.
SUMBANGAN ALIRAN HUBUNGAN MANUSIAWI (HUMAN BEHAVIOR)
Aliran hubungan manusiawi menyadarkan pentingnya ke-butuhan
sosial. Dengan demikian aliran ini menyeimbangkan konsep lama yang menekankan
ekonomi/rasionalitas manusia. Suasana kerja menjadi lebih baik dibandingkan
sebelumnya. Pelatihan-pelatihan yang kemudian banyak yang memfokuskan pada
upaya memperbaiki hubungan kerja antar manajer dengan karyawan. Aliran ini
mempelopori studi baru dalam bidang dinamika kelompok, dimana perhatian
ditunjukan tidak hanya pada individu, tetapi juga pada proses dan dinamika
kelompok
5. KETERBATASAN
ALIRAN HUBUNGAN MANUSIAWI
Kekurangan
Meskipun demikian ada
beberapa keterbatasan teori ini. Disain, metoda dan analisis penelitian yang
dilakukan oleh Mayo sampai saat ini masih menjadi kontaversi. Konsep manusia
social yang dikembangkan ternyata tidak menjelaskan sepenuhnya perilaku
manusia. Usaha perbaikan -perbaikan kondisi kerja ternyata tidak mampu menaikan
prestasi kerja. Sebagai contoh, perbaikan kondisi kerja disuatu perkebunan,
tidak menaikan prestasi kerja, malah cenderung menurunkan prestasi kerja karena
pekerja cenderung menjadi lebih santai dalam kerja. Tidak ada
tekanan untuk bekerja
keras seperti sebelumnya. Tentunya ada faktor lain, selain faktor sosial, yang
mendorong prestasi kerja. Faktor ekonomi (gaji), kemampuan kerja karyawan,
budaya dan struktur organisasi, dan banyak faktorlain mempengaruhi prestasi
kerja karyawan. Aliran hubungan manusia belum mampu melakukan prediksi perilaku
manusia dengan akurat. Suatu hal yang dapat dimengerti karena faktor social
merupakan hasil emosi manusia yang lebih sulit diukur. Contoh lain, kepuasan
kerja sering dikatakan sebagai pendorong prestasi kerja. Tetapi hubungan
tersebut diragukan bahkan logika sebaliknya tampaknya lebih kuat : prestasi
kerja akan menyebabkan kepuasan kerja
Kelebihan
Kelebihan Aliran
hubungan manusiawi menyadarkan pentingnya ke-butuhan sosial. Dengan
demikianaliran ini menyeimbangkan konsep lama yang menekankan
ekonomi/rasionalitas manusia.Perhatian pada keterampilan manajemen manusia
semakin ditingkatkan disampingketerampilan teknis manusia, karena penekanan
pada hubungan sosial.
BAB III
PENUTUP
Manajer saat ini
dituntut mempelajari dan memahami semua teori manajemen yang dihasilkan oleh
berbagai aliran, karena manajer bisa memilih teori yang paling sesuai untuk
menghadapi situasi tertentu. Disamping itu seorang manajer dapat saja m enggabungkan
dan memanfaatkan teori dan konsep yang paling cocok atau pendekatan untuk
menghadapi masalah sederhana maupun yang kompleks dan pendekatan-pendekatan ini
yang menggambarkan kedudukan dan peranan manajemen saat ini dan di masa datang.
Ada beberapa alasan untuk mengetahui dan mempelajari perkembangan ilmu
manajemen yang akan diuraikan di bawah ini yaitu antara lain:
1. Membentuk pandangan
kita mengenai organisasi.Mempelajari teori manajemen juga memberi petunjuk
kepada kita di mana kita mendapatkan beberapa ide mengenai organisasi dan
manusia didalamnya.
2. Membuat kita sadar
mengenai lingkkungan usaha. Mempelajari berbagai teori manajemen berdasarkan
perkembangannya, kita dapat memahami bahwa setiap teori adalah karena
berdasarkan lingkungannya yaitu ekonomi, sosial, politik dan pengaruh teknologi
yang dirasakan pada waktu dan tempat terjadinya peristiwa tertentu. Pengetahuan
ini membantu setiap orang untuk memahami apa sebabnya teori tertentu
cocok terhadap keadaan
yang berbeda.
3. Mengarahkan terhadap
keputusan manajemen. Mempelajari evolusi manajemen membantu memahami proses dasar sehingga dapat memilih
suatu tindakan yang efektif. Pada hakekatnya suatu teori merupakan
asumsi-asumsi yang koheren/logis, untuk menjelaskan beberapa fakta yang diobservasi.
Teori yang absah, dapat memprediksi apa yang akan terjadi pada situasi
tertentu. Dengan adanya pengetahuan ini, kita bisa rnenerapkan teori manajemen
yang berbeda terhadap situasi yang berbeda.
4. Merupakan sumber ide
baru. Mempelajari perkembangan teori manajemen memungkinkan kita pada suatu
kesempatan mengambil pandangan yang berbeda darisituasi sehari-hari.
DAFTAR PUSTAKA
--------------Edward Freeman.R,
Jr.Gilbert,dan Stoner, dkk (1995).Manajemen,
Jakarta:PT.Prenhallindo.
Very detail and informative https://www.ecomparemo.com/personal-loan
BalasHapus