MASALAH-MASALAH PENDIDIKAN DI INDONESIA
KATA PENGANTAR
Puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat serta
karunia-Nya sehingga Kami berhasil
menyelesaikan Makalah ini yang yang berjudul “Masalah Pendidikan Di Indonesia”.
Makalah ini berisikan tentang
masalah-masalah yang terjadi pada pendidikan,di
Indonesia.
Diharapkan Makalah ini dapat
memberikan informasi kepada kita semua tentang pentingnya pendidikan untuk
generasi muda Indonesia. Kami menyadari bahwa mkalah ini masih jauh dari sempurna,
oleh karna itu kritik dan sarn dari semua pihak yang bersifat membangun selalu
di harapkan demi kesempurnaan makalah ini.
Akhir kata, kami sampaikan terima
kasih kepada semua pihak yang telah berperan serta dalam penyusunan makalah
dari awal sampai akhir. Semoga Alaah SWT senantiasa meridhoi segala usaha kita.
Amin.
Tuban,29 Oktober 2013
Penulis,
Ida Dian Ariska
DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL.......................................................................................................... i
KATA PEGANTAR......................................................................................................... ..ii
DAFTAR ISI..................................................................................................................... iii
BAB I PENDAHULUAN...................................................................................................1
BAB I PENDAHULUAN...................................................................................................1
A. Latar Belakang................................................................................................... 1
B. Perumusan Masalah............................................................................................ 3
C. Tujuan................................................................................................................ 3
D. Manfaat.............................................................................................................. 3
BAB II PEMBAHASAN................................................................................................... 4
A. Permasalahan pokok pendidikan dan penanggulangannya................................ .....4
B. Jenis permasalahan pokok pendidikan.................................................................. 4
1.Masalah pemerataan pendidikan..................................................................... . 5
2.Mutu pendidikan.............................................................................................. 6
3.Masalah efisiensi pendidikan............................................................................. 7
4.Masalah relevansi pendidikan............................................................................ 7
C. Saling berkaitan antara masalah-masalah pendidikan........................................ .....8
D. Faktor-faktor yang mempengaruhi berkembangnya masalah
pendidikan.......... ......9
E. Permasalahan actual pendidikan dan penanggulangannya.......................................9
1.Permasalahan actual pendidikan di Indonesia................................................ ...9
2.Upaya penanggulangan....................................................................................10
BAB III PENUTUP...........................................................................................................11
A. Kesimpulan..................................................................................................... 11
DAFTAR PUSTAKA........................................................................................................12
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Penididikan merupakan suatu kegiatan
yang bersifat umum bagi setiap manusia dimuka bumi ini. Pendidikan tidak
terlepas dari segala kegiatan manusia. Dalam kondisi apapun manusia tidak dapat
menolak efek dari penerapan pendidikan. Pendidikan diambil dari kata dasar
didik, yang ditambah imbuhan menjadi mendidik. Mendidik berarti memlihara atau
memberi latihan mengenai akhlak dan kecerdasan pikiran. Dari pengertian ini
didapat beberapa hal yang berhubungan dengan Pendidikan.
Menurut Kamus Besar Bahasa
Indonesia, pendidikan adalah suatu usaha manusia untuk mengubah sikap dan tata
laku seseorang atau sekolompok orang dalam usaha mendewasakan manusia melalui
upaya pengajaran dan latihan. Pada hakikatnya pendidikan adalah usaha manusia
untuk memanusiakan manusia itu sendiri. Dalam penididkan terdapat dua
subjek pokok yang saling berinteraksi. Kedua subjek itu adalah pendidik dan
subjek didik. Subjek-subjek itu tidak harus selalu manusia, tetapi dapat berupa
media atau alat-alat pendidikan. Sehingga pada pendidikan terjadi interaksi
antara pendidik dengan subjek didik guna mencapai tujuan pendidikan.
Menurut wadah yang menyelenggarakan
pendidikan, pendidikan dapat dibedakan menjadi pendidikan formal, informal dan
nonformal.
Pendidikan formal adalah segala
bentuk pendidikan atau pelatihan yang diberikan secara terorganisasi dan
berjenjang, baik bersifat umum maupun bersifat khusus. Contohnya adalah
pendidikan SD, SMP, SMA dan perguruan tinggi negeri ataupun swasta. Pendidikan
Informal dalah jenis pendidikan atau pelatihan yang terdapat di dalam keluarga
atau masyarkat yang diselenggarakan tanpa ada organisasi tertentu(bukan
organisasi). Pendidkan nonformal adalah segala bentuk pendidikan yan diberikan
secara terorganisasi tetapi diluar wadah pendidikan formal.
Pada makalah
ini, akan dikaji hal-hal yang berhubungan dengan pendidikan formal yang
diselenggarakan di Indonesia.
Pada dasarnya setiap kegiatan yang
dilakukan akan menimbulkan dua macam dampak yang saling bertentangan. Kedua
dampak itu adalah dampak positif dan dampak negatif. Dampak positif adalah
segala sesuatu yang merupakan harapan dari pelaksanaan kegiatan tersebut,
dengan kata lain dapat disebut sebagai ’Tujuan’. Sedangkan dampak negatif
adalah segala sesuatu yang bukan merupakan harapan dalam pelaksanaan kegitan
tersebut, sehingga dapat disebut sebagai hambatan atau masalah yang
ditimbulkan.
Jika peristiwa di atas dihubungkan
dengan pendidikan, maka pelaksanaan pendidikan akan menimbulkan dampak negatif
yang disebut sebagai masalah dan hambatan yang akan dihadapi. Hal ini akan
lebih tepat bila disebut sebagai permasalahan Pendidikan.
Istilah permasalahan pendidikan
diterjemahkan dari bahasa inggris yaitu “problem“. Masalah adalah segala
sesuatu yang harus diselesaikan atau dipecahkan. Sedangkan kata permasalahan
berarti sesuatu yang dimasalahkan atau hal yang dimasalahkan. Jadi Permasalahan
pendidikan adalah segala-sesuatu hal yang merupakan masalah dalam pelaksanaaan
kegiatan pendidikan.
Dari uraian di atas, dapat disimpulkan
bahwa Permasalahan Pendidikan Indonesia adalah segala macam bentuk masalah yang
dihadapi oleh program-program pendidikan di negara Indonesia. Seperti yang
diketahui dalam TAP MPR RI No. II/MPR/1993 dijelaskan bahwa program utama
pengembangan pendidikan di Indonesia adalah sebagai berikut.
- Perluasan dan pemerataan kesempatan mengikuti pendidikan
- Peningkatan mutu pendidikan
- Peningkatan relevansi pendidikan
- Peningkatan Efisiensi dan efektifitas pendidikan
- Pengembangan kebudayaan
- Pembinaan generasi muda
Adapun masalah
yang dipandang sangat rumit dalam dunia pendidikan adalah sebagai berikut.
- Pemerataan
- Mutu dan Relevansi
- Efisiensi dan efektivitas
Setiap masalah yang dihadapi
disebabkan oleh faktor-faktor pendukungnya adapun faktor-faktor yang
menyebabkan berkembangnya 4 masalah di atas adalah sebagai berikut.
- Ilmu Pengeahuan dan Teknologi (IPTEK)
- Laju Pertumbuhan penduduk
- Kelemahan guru/dosen (tenaga pengajar) dalam menangani tugas yang dihadapinya, dan ketidakfokusan peserta didik dalam menjalani proses pendidikan (Permasalahan Pembelajaran)
B.Rumusan Masalah
1.
Bagaimanakah Permaslahan pendidikan di indonesia?
2.Apa
saja kah faktor-faktor yang mempengaruhi berkembangnya maslah-masalah
pendidikan?
3.
Apasajakah permasalahan aktual pendidikan
?
4.
Bagaimana solusi yang dapat di berikan dari permasalahan-permasalaahn
pendidikan di indonesia?
C.Tujuan Penulisan
1.
Mendeskripsikan Permaslahan pendidikan
di indonesia
2.
Mendeskripsikan Apa saja kah faktor-faktor yang mempengaruhi berkembangnya
maslah-masalah pendidikan?
3
Mendeskripsikan. Apasajakah permasalahan aktual pendidikan ?
4.
Mendeskripsikan Bagaimana solusi yang dapat di berikan dari
permasalahan-permasalaahan pendidikan di
indonesia?
D. Manfaat Penulisan Makalah
Berikut ini kan
dijabarkan mengenai manfaat-manfaat yang dapat diambil dari penulisan makalah
ini.
a.
Membangun kualitas pendidikan kearah yang lebih baik.
b.
Menelaah masalah-masalah pendidikan yang dihadapi.
c.
Memberikan inovasi baru dalam menghadapi masalah pendidikan
d.
Batu loncatan kepada pendidikan yang lebih baik.
e.
Membangun cara belajar yang lebih efektif.
Demikianlah manfaat-manfaat yang dapat
diambil dari pembutaan makalah ini.
BAB II
PEMBAHASAN
PERMASALAHAN PENDIDIKAN
A. Permasalahan
Pokok Pendidikan dan Penanggulangannya
Sistem
pendidikan menjadi bagian yang tak terpisahkan dari kehidupan sosial budaya dan
masyarakat sebagai suprasistem. Pembangunan sistem pendidikan tidak mempunyai
arti apa-apa jika tidak sinkron dengan pembangunan nasional. Kaitan yang erat
antara bidang pendidikan sebagai sistem dengan sistem sosial budaya sebagai
suprasistem tersebut dimana sistem pendidikan menjadi bagiannya, menciptakan
kondisi sedemikian rupa sehinngga permasalahan intern sistem sisem pendidikan
itu menjadi sangat kompleks. Artinya, suatu permasalahan intern dalam sistem
pendidikan selalu ada kaitan dengan masalah-masalah di luar sistem pendidikan
itu sendiri. Misalnya masalah mutu hasil belajar suatu sekolah tidak dapat
dilepaskan dari kondisi sosial budaya dan ekonomi masyarakat di sekitarnya,
dari mana murid-murid sekolah tersebut berasal, serta masih banyak lagi
faktor-faktor lainnya di luar sistem persekolahan yang berkaitan dengan mutu
hasil belajar tersebut.
Berdasarkan
kenyataan tersebut maka penanggulangan masalah pendidikan juga sangat kompleks,
menyangkut banyak komponen, dan melibatkan banyak pihak.
Pada dasarnya
ada dua masalah pokok yang dihadapi oleh dunia pendidikan di tanah air kita
dewasa ini, yaitu:
a.
Bagaimana semua warga negara dapat menikmati kesempatan pendidikan.
b.
Bagaimana pendidikan dapat membekali peserta didik dengan keterampilan kerja
yang mantap untuk dapat terjun ke dalam kancah kehidupan bermasyarakat.
B. Jenis
Permasalahan Pokok Pendidikan
Ada empat
masalah pokok pendidikan yang telah menjadi kesepakatan nasional yang perlu
diprioritaskan penanggulangannya. Masalah yang dimakdsud yaitu:
1.
Masalah pemerataan pendidikan.
2.
Masalah mutu pendidikan.
3.
Masalah efisiensi pendidikan.
4.
Masalah relevansi pendidikan.
- Masalah Pemerataan Pendidikan
Masalah
pemerataan pendidikan adalah persoalan bagaimana sistem pendidikan dapat
menyediakan kesempatan yang seluas-luasnya kepada seluruh warga negara untuk
memperoleh pendidikan, sehingga pendidikan itu menjadi wahana bagi pemabangunan
sumber daya manusia untuk menunjang pembangunan.
Pada masa
awalnya, di tanah air kita pemerataan pendidikan itu telah dinyatakan dalam
Undang-Undang No. 4 Tahun 1950 sebagai dasar-dasar pendidikan dan pengajaran di
sekolah. Pada Bab XI, Pasal 17 berbunyi:
Tiap-tiap warga negara Republik
Indonesia mempunyai hak yang sama untuk diterima menjadi murid suatu sekolah
jika syarat-syarat yang ditetapkan untuk pendidikan dan pengajaran pada sekolah
itu dipenuhi.
Selanjutnya
dalam kaitannya dengan wajib belajar Bab VI, Pasal 10 Ayat 1, menyatakan:
“Semua anak yang sudah berumur 6 tahun berhak dan yang sudah berumur 8 tahun
diwajibkan belajar di sekolah, sedikitnya 6 tahun lamanya.” Ayat 2 menyatakan:
“Belajar di sekolah agama yang telah mendapat pengakuan mentri agama dianggap
telah memenuhi kewajiaban belajar.”
Landasan
yuridis pemerataan pendidikan tersebut penting sekali artinya, sebagai landasan
pelaksanaan upaya pemerataan pendidikan guna mengejar ketinggalan kita sebagai
bangsa yang pernah di jajah oleh bangsa lain.
Oleh karena
itu, dengan meliha tujuan yang terkandung di dalam upya pemerataan pendidikan
tersebut yaitu menyiapkan masyarakat untuk dapat berpartisipasi dalam
pembangunan, maka setelah pelaksanaan upaya pemerataan pendidikan terpenuhi,
mulai diperhatikan juga upaya pemerataan mutu pendidikan.
Khusus untuk
pendidikan formal atau pendidikan persekolahan yang berjenjang dan tiap-tiap
jenjang memilki fungsinya masing-masing maupun kebijaksanaan memperoleh
kesempatan pendidikan pada tiap jenjang itu diatur dengan memperhitungkan
faktor-faktor kuantitatif dan kualitatif serta relevansi yang selalu ditentukan
proyeksikan secara terus menerus dengan saksama.
Khusus melalui
jalur pendidikan luar sekolah usaha pemerataan pendidikan mengalami
perkembangan pesat. Ada dua faktor yang menunjang yaitu perkembangan iptek yang
menawarkan berbagai macam alternatif, dan dianutnya konsep pendidikan sepanjang
hidup yang tidak membatasi pendidikan hanya sampai pada usia tertentu dan tidak
terbatas hanya pada penyediaan sekolah.
Pemecahan Masalah Pemerataan Pendidikan
Cara konvensional antara lain:
a.
Membangun gedung sekolah seperti SD Inpres dan atau ruangan belajar.
b.
Menggunakan gedung sekolah untuk double shift (sistem bergantian pagi dan
sore).
Sehubungan dengan itu yang perlu
digalakkan, utamanya untuk pendidikan dasar ialah membangkitkan kemauan belajar
bagi masyarakat/keluarga yang kurang mampu agar mau menyekolahkan anaknya.
Cara inovatif antara lain:
a.
Sistem Pamong (pendidikan oleh masyarakat, orang tua, dan guru) atau Inpacts
System (Instructional Management by Parent, Communty and Teacher). Sistem
tersebut dirintis di Solo dan didiseminasikan ke beberapa provinsi.
b.
SD kecil pada daerah terpencil.
c.
Sistem Guru Kunjung.
d.
SMP Terbuka (ISOSA – In School Out off School Approach).
e.
Kejar Paket A dan B.
f.
Belajar Jarak Jauh, seperti Universitas Terbuka.
2.
Masalah Mutu Pendidikan
Mutu pendidikan
dipermasalahkan jika hasil pendidikan belum mencapai taraf seperti yang
diharapkan. Penetapan mutu hasil pendidikan pertama dilakukan oleh lembaga
penghasil sebagai produsen tenaga terhadap calon luaran, dengan sistem
sertifikasi. Selanjutnya jika luaran tersebut terjun ke lapangan kerja
penilaian dilakukan oleh lembaga pemakai sebagai konsumen tenaga dengan sistem
tes unuk kerja (performance test). Lazimnya sesudah itu masih dilakukan
pelatihan/ pemagangan bagi calon untuk penyesuaian dengan tuntutan persyaratan
kerja di lapangan.
Hasil belajar
yang bermutu hanya mungkin dicapai melalui proses belajar yang bermutu. Jika
proses belajar tidak optimal sangat sulit diharapkan terjadinya hasil belajar
yang bermutu. Jika terjadi belajar yang tidak optiimal menghasilkan skor ujian
yang baik maka hampir dipastikan bahwa hasil ujian belajar tersebut adalah
semu. Ini berarti bahwa pokok permasalahan mutu pendidikan lebih terletak pada
masalah pemrosesan pendidikanm. Selanjutnya kelancaran pemrosesan pendidikan
ditunjang oleh komponen pendidikan yang terdiri dari peserta didik, tenaga
kependidikan, kurikulum, sarana pembelajaran bahkan juga masyarakat sekitar.
Seberapa besar dukungan tersebut diberikan oleh komponen pendidikan, sangat
terkandung kepada kualittas komponen dan kerja samanya serta mobilitas komponen
yang mengarah kepada pencapaian tujuan.
Masalah mutu
pendidikan juga mencakup masalah pemerataan mutu. Di dalam Tap MPR RI 1998
tentang GBHN dinyatakan bahwa titik berat pembangunan pendidikan diletakkan
pada peningkatan mutu setiap jenjang dan jenis pendidikan, dan dalam rangka
peningkatan mutu pendidikan khususnya untuk memacu penguasaan ilmu pengetahuan
dan tekhnologi perlu lebih disempurnakan dan ditingkatkan pengajaran ilmu
pengetahuan dan matematika. (BP-7 Pusat. 1989: 68) umumnya kondisi mutu
pendidikan di seluruh tanah air menunjukkan bahwa di daerah pedesaan utamanya
di daerah terpencil lebih rendah daripada di daerah perkotaan. Acuan usaha
pemerataan mutu pendidikan bermaksud agar sistem, pendidikan khususnya sistem
persekolahan dengan segala jenis dan jenjangnya di seluruh pelosok tanah air
(kota dan desa) mengalami peningkatan mutu pendidikan sesuai dengan situasi dan
kondisinya masing-masing.
Pemecahan Masalah Mutu Pendidikan
Upaya pemecahan
masalah mutu pendidikan dalam garis besarnya meliputi hal-hal yang bersifat
fisik dan perangkat lunak, personalia, dan manjemen sebagai berikut:
a.
Seleksi yang lebih rasional terhadap masukan mentah, khususnya untuk SLTA dan
PT.
b.
Pengembangan kemampuan tenaga kependidikan melalui studi lanjut, misalnya
berupa pelatihan, penataran, seminar, kegiatan-kegiatan kelompok studi seperti
PKG dan lain-lain.
c.
Penyempurnaan kurikulu, misalnya dengan memberi materi yang lebih esensial dan
mengandung muatan lokal, meode yang menantang dan menggairahkan belajar, dan
melaksanakan evaluasi yang beracuan PAP.
d.
Pengembangan prasarana yang menciptakan lingkungan yang tentram untuk belajar.
e.
Penyempurnaan saran belajar seperti buk paket, media pembelajaran dan peralatan
laboratorium.
f.
Peningkatan administrasi manjemen khususnya yang mengenai anggaran.
g.
Kegiatan pengendalian mutu yang berupa kegiatan-kegiatan:
1. laporan
penyelenggaraan pendidikan oleh semua lembaga pendidikan.
2. supervisi
dan monitoring pendidikan oleh penilik dan pengawas.
3. sistem ujian
nasional/negara seperti Ebtanas, Sipenmaru/UMPTN.
4. akreditasi
terhadap lembaga pendidikan untuk menetapkan status suatu lembaga.
3.
Masalah Efisiensi Pendidikan
Masalah
efisiensi pendidikan mempersoalkan bagaimana suatu sistem pendidikan
mendayagunakan sumber daya yang ada untuk mencapai tujuan pendidikan. Jika
penggunaannya hemat dan tepat sasaran dikatakan efisiensinya tinggi. Jika
terjadi yang sebaliknya, efisiensinya berarti rendah.
Beberapa
masalah efisiensi pendidikan yang penting ialah:
a.
Bagaimana tenaga kependidikan difungsikan.
b.
Bagaimana prasarana dan sarana pendidkan digunakan.
c.
Bagaimana pendidikan diselenggarakan.
d.
Masalah efisiensi dalam memfungsikan tenaga.
Masalah ini
meliputi pengangkatan, penempatan, dan pengembangan tenaga kerja.
Masalah Efisiensi dalam Penggunaan
Prasarana dan Sarana
Penggunaan
prasarana dan sarana pendidikan yang tidak efisien bisa terjadi antara lain
sebagai akibat kurang matangnya perencanaan dan sering juga karena perubahan
kurikulum.
4.
Masalah Relevansi Pendidikan
Masalah
relevansi pendidikan mencakup sejauh mana sistem pendidikan dapat menghasilkan
luaran yang sesuai dengan kebutuhan pemabangunan, yaitu masalah-masalah seperti
yang digambarkan dalam rumusan tujuan pendidikan nasional.
Luaran
pendidikan diharapkan dapat mengisi semua sektor pembangunan, yaitu yang
beraneka ragam seperti sektor produksi, sektor jasa, dan lain-lain. Baik dari
segi jumlah maupun dari segi kualitas. Jika sistem pendidikan menghasilkan
luaran yang dapat mengisi semua sektor pembangunan baik yang aktual (yang
tersedia) maupun yang potensial dengan memenuhi kriteria yang dipersyaratkan
oleh lapangan kerja, maka relevansi pendidikan dianggap tinggi.
Sebenarnya
kriteria relevansi seperti yang dinyatakan tersebut cukup ideal jika dikaitkan
dengan kondisi sistem pendidikan pada umumnya dan gambaran tenatang kerjaan
yang ada antara lain sebagai berikut:
-
Status lembaga pendidikan sendiri masih bermacam-macam kualitasnya.
-
Sistem pendidikan tidak pernah menghasilkan luaran siap pakai. Yang ada ialah
siap kembang.
-
Peta kebutuhan tenaga kerja dengan persyaratannya yang dapat digunakan sebagai
pedoman oleh lembaga-lembaga pendidikan untuk menyusun programnya tidak
tersedia.
Dari keempat
macam masalah pendidikan tersebut masing-masing dikatakan teratasi jika
pendidikan:
1) Dapat
menyediakan kesempatan pemerataan belajar, artinya: Semua warga negara yang
butuh pendidikan dapat ditampung dalam suatu satuan pendidikan.
2) Dapat
mencapai hasil yang bermutu, artinya: Perencanaan, pemrosesan pendidikan dapat
mencapai hasil sesuai dengan tujuan yang telah di rumuskan.
3) Dapat
terlaksana secara efisien, artinya: Pemrosesan pendidikan sesuai denagn
rancangan dan tujuan yang ditulis dalam rancangan.
4) Produknya yang bermutu tersebut
relevan, artinya: Hasil pendidikan sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan
pembangunan.
C. Saling
Berkaitan antara Masalah-Masalah Pendidikan
Ada dua faktor
yang dapat dikemukakan sebagai penyebab mengapa pendidikan yang bermutu
belun dapat diusahakan pada saat demikian.
Pertama,
gerakan perluasan pendidikan untuk melayani pemerataan kesempatan pendidikan
bagi rakyat banyak memerlukan penghimpunan dan pengerahan dana dan biaya.
Kedua, kondisi
satu-satuan pendidikan pada saat demikian mempersulit upaya peningkatan mutu
karena jumlah murid dalam kelas terlalu banyak, pengerahan tenaga pendidik yang
kurang kompeten, kurikulum yang belum mantap, sarana yang tidak memadai, dan
seterusnya.
Meskipun
demikian pemerataan pendidikan tidak dapat diabaikan karena upaya tersebut,
terutama pada saat-saat suatu bangsa sedang mulai membangun mempunyai
tujuan ganda , yaitu di samping tujuan politis (memenuhi persamaan hak bagi
rakyat banyak) juga tujuan pembangunan, yaitu memberikan bekal dasar kepada
warga negara agar dapat menerima informasi dan memiliki pengetahuan dasar untuk
mengembangkan diri sehingga dapat berpartisipasi dalam pembangunan.
D. Faktor-Faktor
yang Mempengaruhi Berkembangnya Masalah Pendidikan
Faktor-faktor
yang mempengaruhi berkembangnya masalah pendidikan:
1.
Perkembangan Iptek dan Seni
2.
Laju pertumbuhan penduduk.
3.
Aspirasi Masyaraka.
4.
Keterbelakangan budaya dan sarana Kehidupan.
E. Permasalahan
Aktual Pendidikan dan Penanggulangannya
1.Permasalahan
Aktual Pendidikan di Indonesia
Pendidikan
selalu menghadapi masalah, karena selalu terdapat kesenjangan antara apa yang
diharapkan dengan hasil yang dapat di capai dari proses pendidikan.
Permasalahan aktual berupa kesenjangan-kesenjangan yang pada saat ini kita
hadapi dan tersa mendesak untuk ditanggulangi.
Beberapa
masalah aktual pendidikan yang akan dikemukakan meliputi masalah-masalah
keutuhan pencapaian sasaran, kurikulum, peranan guru, pendidikan dasar 9 tahun,
dan pendayagunaan teknologi pendidikan.
Masalah aktual
tersebut ada yang mengenai konsep dan ada yang mengenai pelaksanaanya. Misalnya
munculnya kurikulum baru adalah masalah konsep. Apakah kurikulum tersebut cukup
andal secara yuridis (merupakan penjabaran undang-undang pendidikan) dan secara
psikologis (berdasarkan hukum perkembangan peserta didik) atau tidak.
Penjurusan yang berlaku cepat pada SMA misalnya, dianggap tidak mendasarkan
diri pada proses kematangan anak. Konsep sperti itu bermasalah. Selanjutnya
jika suatu kurikulum sudah andal, dapat dilaksanakan apa tidak. Jika tidak,
timbullah masalah pelaksanaan atau masalah operasional. Misalnya konsep tentang
Pendidikan Moral Pancasila yang tekanannya pada pendidik afektif, ternyata
dalam pelaksanaannya menjadi pelajaran tentang pengetahuan Pancasila
(meng-kognitifkan yang afektif), ini adalah contoh masalah operasional.
Perlu di pahami
bahwa tidak semua masalah aktual tersebut merupakan masalah baru. Bahkan ada
yang sudah lama. Sudah sejak lama masalah aktual itu kita sepakati untuk
mengatasinya, tetapi dari tahun ke tahun hasilnya tetap sama. Contoh Pendidikan
Moral Pancasila seperti yang telah diungkapkan tadi. Berikut ini masalah aktual
tersebut:
a.
Masalah Keutuhan Pencapaian Sasaran.
b.
Masalah Kurikulum.
c.
Masalah Peranan Guru.
d.
Masalah Pendidikan Dasar 9 Tahun.
2.
Upaya Penanggulangan
Beberapa upaya
yang perlu dilakukan untuk menanggulangi masalah-masalah aktual seperti telah
dikemukakan pada butir 1, antara lain sebagai berikut:
a. Pendidikan afektif
perlu ditingkatkan secara terprogram tidak cukup berlangsung hanya secara
insidental
b. Pelaksanaan ko dan
ekstrakurikuler dikerjakan dengan penuh kesungguhan dan hasilnya diperhitungkan
dalam menetapkan nilai akhir ataupun pelulusan. Untuk itu perlu dikaitkan
dengan pemberian insentif bagi guru.
c. Pemilihan siswa
atas kelompok yang akan melanjutkan belajar ke perguruan tinggi dengan yang
akan terjun ke masayarakat merupakan hal yang prinsip karena pada dasarnya
tidak semua siswa secara potensial mampu belajar di perguruan tinggi.
d. Pendidikan tenaga
kependidikan (prajabatan dan dalam jabatan) perlu di beri perhatian khusus,
oleh karena tenaga kependidikan khususnya guru menjadi penyebab utama lahirnya
SDM berkualitasa untuk pembangunan.
e. Untuk pelaksanaan
pendidikan dasar 9 tahun, apalagi jika dikaitkan dengan gerakan wajib belajar,
perlu diadakan penelitian secara meluas pada masyarakat untuk menemukan faktor
penunjang dan utamanya faktor penghambatnya.
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Kesimpulan-kesimpulan yang dapat ditarik dari makalah ini
adalah sebagai berikut.
1. Dalam usaha
pemerataan pendidikan, diperlukan pengawasan yang serius oleh pemerintah. Pengawasan tidak hanya dalam bidang
anggaran pendidikan, tetapi juga dalam bidang mutu, sarana dan prasarana
pendidikan. Selain itu, perluasan kesempatan belajar pada jenjang pendidikan
tinggi merupakan kebijaksanaan yang penting dalam usaha pemerataan pendidikan.
2.
Pendidikan (dengan Bidang terkait) dalam usaha pengendalian laju pertumbuhan
penduduk sangat diperlukan. Pelaksaaan program ini dapat ditingkatkan dengan
mengakampanyekan program KB dengan sebaik-baiknya hingga pelosok negeri ini.
3.
Pelaksanaan program belajar dan mengajar dengan inovasi baru perlu diterapkan.
Hal ini dilakukan karena cara dan sistem pengajaran lama tidak dapat diterapkan
lagi.
4.
Sistem pendidikan Indonesia dapat berjalan dengan lancar jika kerja sama antara
unsur-unsur pendidikan berlangsung secara harmonis. Pengawasan yang dilakukan
pemerintah dan pihak-pihak pendidikan terhadap masalah anggaran pendidikan akan
dapat menekan jumlah korupsi dana di dalam dunia pendidikan.
5.
Peningkatan mutu pendidikan akan dapat terlaksana jika kemampuan dan
profesionalisme pendidik dapat ditingkatkan.
DAFTAR PUSTAKA
--------Tirtaraharja,
Umar dan Sulo, La. 2005. Pengantar Pendidikan. Jakarta: Depdiknas, PT Rineka
Cipta.
bagi yang mau mintak dibuatkan makalah atau power point bisa hubungi saya
BalasHapusmedia diskusi daulah islamiya hhttp://transparan.org/
BalasHapushttps://wsdsite.wordpress.com/2017/11/21/gara-gara-malware-aplikasi-senter-curi-uang-pengguna-android/
BalasHapusSITUS JUDI ONLINE TERBESAR
BalasHapusWWW.QQ96ACE.ONLINE
Minimal deposit 25rb
Newmember Bonus 10%
Bonus harian 20%
Poker Freechips 5rb setiap hari
Info Lebih Lengkap Hubungi Kami :
WA +62 823 6229 3153
BBM : 96ACEIDN
Line : 96ACEIDN
IG : QQ96INDO